Tampilkan postingan dengan label Kontroversi Malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontroversi Malam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Januari 2018

Aku Dan Guruku Yang Super Sexy

Aq Erik, tanyakan ke seleuruh sekolah, pasti mereka tau siapa Erik itu. Seorang anak pemalas dan bandel yang sering sering membubat masalah di sekolah. Sudah beberapa kali aq dikeluarkan dari sekolah, sehingga aq sering pindah-pindah sekolah. Semua itu aq lakukan hanya untuk pelampiasan dari masalahku dengan keluarga, ya aq lahir ditengah-tengah keluarga yang penuh dengan masalah dan kekerasan, sehingga aq tumbuh menjadi remaja yang tak tau aturan. Meskipun aq bergelimang harta, tapi itu tak ada artinya, tak segalanya bisa di raih dengan uang.



Situs Judi Online Terpercaya -  Lagi, aq dikeluarkan dari sekolah yang ketiga kalinya. Untungnya aq nggak harus mengulang lagi dari kelas 1, disekolah baruku ini, aq melanjutkan pendidikkanku dari kelas 2 SMA.

Sekolah baruku ini adalah sekolah swasta yang bisa dikatakan sekolah swasta elite, nggak perlu pintar, yang penting ada uang bisa masuk. Fasilitas lengkap, ditambah banyak siswi-siswi cantik yang bisa membuatku menelan ludah.

Aq pun mulai bersekolah, satu demi satu kudapatkan teman baru. Semua tampak normal sampai pada suatu hari dimana ada suatu hal yang membuatku semangat untuk terus masuk sekolah. Sebuah hal yang merubah hidupku, entah itu lebih baik bagiku, atau malah memperburuk keadaanku.. begini ceritanya….

Waktu sudah menujukkan pukul 4 sore, aq segera merapikan segala peralatan sekolah. Hufff, hari ini adalah jadwal eskul komputerku, minimal aq baru bisa sampai dirumah jam 5 sore, ya apa boleh buat. Sekolahku mewajibkan muridnya untuk memilih satu eskul, aq memilih komputer karena menurutku hanya eskul itu yang tdk begitu memusingkan dan menyita banyak waktuku.

Singkatnya. sepulang eskul aq segera menuju tempat parkir motor. Hanya ada beberapa motor lagi ayng tersisa, aq melangkah kearah motorku diparkir. Kurogoh sakuku dan kucari kontak motorku, tetapi kontak motorku tdk ada. Aq pun panik dan segera mencari-cari kedalam tas namun kontak itu tdk aq temukan juga. Aq memutuskan untuk kembali keruang komputer untuk mencari kontak motorku barang kali tertinggal disana.

Kucari keseluruh ruangan komputer yang udah sepi, hanya ada guru eskulku yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya yang menumpuk. Guru komputer yang kumaksud adalah seorang guru baru, dia bekerja menjadi seorang guru honorer di sekolah ini. Namanya bu Anis, usianya sekitar 24-25 thn. Dan yang paling penting adalah wajah bu Anis yang cantik dan kulitnya yang putih mulus, kadang-kadang membuatku kehilangan kosentrasiku.

“Duhhh,, bu lihat kontak motorku nggak?” tanyaku pada bu Anis.
“Lah, emang kamu taruh mana Rik?” tanya bu Anis balik.
“Kalo aq tau ya bu, ngapain aq dari tadi mondar-mandir disini…” jawabku.
“Halah-halah, ya uudah cari lagi, ibu nggak lihat” kata bu Anis.

Kubungkukan badanku, mencoba mencari disela – sela bagian bawah meja komputer. Huff, sudah lama aku cari tapi nggak ktemu juga, tiba – tiba mataku tertuju pada sebuah pemandangan lain. Dari balik meja kerja Bu Anis, ada sebuah pemandangan indah yang membuat mataku melotot lebar. Kulihat jelas celana dalam Bu Anis yang berwarna hitam dari balik rok guru berwarna birunya, “OMG! hitam bro!!! ” ucapku dalam hati

Aku terus pura – pura mencari, sambil sesekali kulirik celana dalam Bu Anis. Tiba – tiba aku dikagetkan oleh suara Bu Anis yang memanggilku.

“Ketemu Rik?” tanyanya
“Ehh..ngga ktemu bu, duuhh pulangku gimana nih!!” kesalku
“Bukan disini kali, coba periksa diatas, dikelas kamu” saran Bu Anis
“Eh? Iya juga kali ya, coba aku kesana deh…” jawabku sambil lalu

Aku segera naik menuju kelasku dilantai tiga, matahari yang mulai terbenam membuat suasana sekolah menjadi mengeAnisn. Apalagi melihat ruangan kelas yang kosong, aku langsung membayangkan bagaimana keadaan sekolah saat malam. Aku buka pintu kelasku dan masuk kedalam, kucari kunci motorku dibawah mejaku, tetapi gak ada!! Aku terduduk lemas diatas meja, bingung harus ngapain lagi. Tiba – tiba kudengar suara aneh dari kelas sebelah, kelas paling akhir, sebelah kiri dari kelasku.

Kutempelkan telinggaku ditembok antara kelasku dan kelas asal suara itu. Awalnya tdk begitu jelas, tapi lama – lama aku kaget dengan suara yang aku dengar itu.

“Aaagghhh..eemmpphhh….aahhhh hh…aaaagggghhhh” suara cewek mendesah
“Aaagghhhh, meki kamu nikmat banget sayang…” balas suara cowok



Situs Bandar Q Terpercaya -  Astaga!! Aku langsung mengusap – usap wajahku, apa aku bermimpi? atau ini hanya halusinasi?? Tapi suara itu masih jelas terdengar dari kelas sebelah. Aku malah menjadi taku, jangan – jangan itu suara demit, atau kuntilanak?? Aku gelisah, tapi rasa penasaranku membunuh rasa takutku, dengan perlahan aku melangkah keluar menuju kekelas asal suara tadi.

Dari balik celan pintu aku bisa melihat, astaga…

dua orang murid sedang ML di kelas!!

Jantungku langsung berdetak kencang, aku masih belum percaya dengan apa yang aku lihat. Aku dekatkan lagi wajahku, ternyata benar mereka itu murid anak kelas tiga, dan yang membuat aku lebih kaget lagi. Cewenya itu adalah Sandra, kakak kelasku yang terkenal dengan kecantikan wajahnya dan bodinya yang aduhai. Sandra hanya memakai seragam atasnya, sedangkan bagian bawahnya telanjang. Pantat Sandra yang montok sedang disodok oleh k0ntol Joe yang juga kakak kelasku. Mereka memang berpacaran, tapi aku nggak tau kalau mereka berani mesum dikelas!!

Aku semakin terbawa suasana, mendengar desahan Sandra dan gerakan erotis dari Sandra yang terlihat begitu menikmati pelayanan dari Joe. Kurasakan k0ntolku mulai bereaksi, aku pun semakin menempelkan wajahku di celah pintu. Saking seriusnya, tak sengaja kudorong pintu kelas, badanku pun tertarik maju, pintu kelas terbuka lebar, aku terguling masuk kekelas.

“kkkkyyyyyaaaaa….” jerik Sandra
“adduhhh…” kuusap kepalaku yang terasa sakit

Sandra dan Joe langsung menatapku dengan tampang panik. Lalu Sandra segera menutupi mekinya dengan kedua tangannya, sementara Joe dengan wajah marah langsung menghampiriku, ditariknya kerah bajuku.

“Eh Anjing!! Anak kelas berapa loe brani ngintip2??” bentak Joe emosi
“weiiisss, sante loe…” sambil kutepis tangan Joe
“brani loe ya?? mau mampus?” bentak Joe yang masih 1/2 bugil
“slow..slow..” jawabku bersikap tenang
“slow?? sampe loe kasih tau tentang ini ke orang, loe gue jamin jd mayat” gertak Joe
“yakin loe mau lawan gue?” tantangku, aku sudah biasa berkelahi, nggak akan ciut nyaliku cuma karena gertakan dari Joe
“eh bangsat loe ya..” teriak Joe sambil bersiap memukulku
“JOE!!” teriak Sandra yang telah memakai roknya lagi sambil berlari
“loe tunggu situ aja Gem!” bentak Joe ke Sandra
“Joe, udah biarin, klo kita giniin malah dia macem2” ucap Sandra
“nah, tuh cewe loe pinter…” jawabku
“eh anjing emang loe ya…” Joe yang semakin emosi
“eh Joe, gue nggak akan bilang-bilang tenang aja, asal loe jg mau enak ke gue, nggak usah emosi gitu lah, biarpun loe kakak kelas gue, umur loe sama ma gue, nggak usah sok galak gitu. Loe lanjutin deh kegiatan loe tu sama cewe loe, gue nggak akan ganggu…” ungkapku
“cuih…” eluh Joe sambil menurunkan tangannya dan coba menenangkan diri
“udah loe pergi sana..” usir Joe
“eeiitsss tunggu bro, gue nggak mau gratisan…” jawabku licik
“anjing emang ya, mau apa loe? duit?” sambil Joe merogoh saku bajunya
“nggak butuh duit gue, gue nggak minta macem-macem..” jawabku
“mau loe apa?” tanya Joe
“haha, gue cm mo liat loe lg ML sama cewe loe, gampang kan?” jawabku

Joe dan Sandra langsung bertatapan. Sementara aku berdiri diam menunggu jawaban dari mereka.

“Gimana?? gue nggak ganggu, nggak megang, cuma liat doank, slow” tanya gue
“Udah Joe, gpp, lagian aku nanggung nih…” ungkap Sandra
“Ok, tapi jgn megang-megang loe ya…” jawab Joe setuju

Dengan santai aku berjalan, kuambil sebuah kursi ditengah, lalu kududuk menunggu aksi mereka. Joe dan Sandra kembali berjalan ketempat mereka tadi, Sandra terlihat sedikit malu, tapi aku yakin dia pasti ketakutan.

Joe langsung mencumbu Sandra, melahap habis bibir sexy Sandra. Aku cengar – cengir melihat tingkah mereka berdua. Tangan Joe bergerak liar meremas payudara Sandra yang kental, sementara tangan Sandra sibuk mengelus – elus k0ntol Joe yang perlahan mulai konak. Desahan kecil mulai terdengar dari mulut Sandra dan tangan Sandra semakin cepat mengelus dan mengocok k0ntol Joe. Joe segera membalikan tubuh Sandra, tangan Sandra bertumbu pada meja dan pantatnya menungging siap untuk serangan dari Joe. Joe segera memasukan k0ntolnya, Sandra meringgis menahan sodokan dari Joe kemekinya.

“aaagggghhh..aahhh..terus Joe…” desah Sandra liar
“ooogghhh…” desah Joe yang menikmati meki Sandra
“eeemmpphh…eeeggghhh…eeemmpphhh. ..” desah Sandra semakin menjadi

Tubuhku berasa panas melihat sex show live mereka didepanku, Sandra terlihat begitu cantik dengan seragam SMA dan mekinya yang sedang disodok. Matahari makin tenggelam, menyisakan cahaya – cahaya tipis yang menyinari tubuh Sandra dan Joe yang sedang mesum. Hhhmmm, nice banget!! Pantat Sandra jadi terlihat mengkilap karena pantulan dari cahaya matahari dan keringat.

Joe makin mempercepat gerakannya, Sandra tak kuasa menahan itu, disenderkan wajahnya diatas meja, desahnya terus mengiringi sodokan demi sodokan dari Joe. Ditambah desahan indah dari Sandra yang membuat aku semakin merinding. Tiba – tiba kudengar desahan Sandra semakin memburu, begitu juga dengan Joe.

“aaagghhh…aagghhh…yaaankkkkk. ..mau keluuuaarr…eemmmpphhhh” desah Sandra
“iiyyaaaaaa yankk..eeeggghhh…” jawab Joe
“aaagggghhh…eeennngg…yyyaankkk …kkkellluuuaarrrrrr yyyaankkk…aaaaaaaggghhhh…”
“aaaaggghhhh …aaahhhh..aaahhh h…” desah Joe

Mata Sandra dan Joe terpejam menahan nikmatnya climax mereka. Astaga aku semakin tak sanggup, ingin sekali aku bergabung dengan mereka. Joe segera membalikan tubuh Sandra, menaikannya keatas meja, dan membiarkan Sandra terlentang dengan selangkangan terbuka. Sementara Joe duduk dimeja sampingnya mencoba mengumpulkan tenaga untuk ronde berikutnya. Tiba – tiba jantung kami serasa mau copot karena kaget…



Situs Sakong  Online Terbaik - “ASTAGA!!! KAAALLIIAANNNN!!!” teriak Bu Anis dari pintu kelas

Aku, Joe, dan Sandra langsung panik dan diam. Melihat ibu Sandra dengan wajah marah bercampur kaget.

“KALIAN SEMUA GILA!! IBU AKAN LAPORKAN KALIAN!!” marah Bu Anis sambil lalu
“Bu tunggu!!!” teriaku

Aku dan Joe saling berpandangan. Bu Anis telah membalik tubuhnya dan siap untuk pergi dari kelas, “GUE BISA MAMPUS!!” ucap gue dalam hati

“Joe, Kejar!! Mampus Kita!!” teriak gue ke Joe sambil berlari kearah Bu Anis
“Anjinggg laaahhhh…” umpat Joe sambil lari mengikutiku
“….” sedangkan Sandra terdiam takut

Kutarik tangan Bu Anis, dia mencoba melawan, mulutnya terbuat bersiap tuk berteriak. Tapi, tangan Joe langsung menutup mulutnya dan membantuku menarik Bu Anis kedalam kelas. Kudekap tubuh Bu Anis, Joe masih menutup mulut Bu Anis dengan tangannya.

“JANGAN BERANIBERANI LOE!!!” bentak Joe ke Bu Anis
“eemm..eemmm…” Bu Anis coba bersuara
“Gimana nih Joe???” tanya gue ke Joe
“Gue juga nggak tau!!” jawab Joe panik

Bu Anis dalam dekapan eratku, bisa kucium harum tubuh dan rambutnya. Membuatku kepalaku pening, sensasi yang luar biasa, andrenalinku benar – benar mengalir. Setelah melihat aksi gila Sandra dan Joe, sekarang aku harus berhadapan dengan Bu Anis. Tak sadar tanganku menyentuh payudara Bu Anis yang empuk, itu membuatku semakin tak tahan dengan semua ini. Perlahan aku mulai meremas payudara Bu Anis, dia coba memberontak tapi apa daya seorang wanita dalam dekapan tubuh besarku. Joe mengerti maksudku, dia tersenyum licik.

Aku semakin brutal meremas payudara Bu Anis, sementara kugesekan k0ntolku yang konak terbungkus celana SMA kepantat Bu Anis yang montok. Joe memanggil Sandra untuk mendekat, Sandra berjalan setengah bugil dan takut – takut kearah Joe. Joe langsung memeluk Sandra dengan satu tangannya, mereka langsung berciuman mesra didepan Bu Anis. Bu Anis mulai panik, dikerahkan seluruh tenaganya untuk mencoba menghalauku. Lagi – lagi, semua itu sia – sia.

Kutarik tubuh Bu Anis terduduk dilantai. Joe pun melepas tangannya dari mulut Bu Anis, namun belum sempat Bu Anis berteriak, segera kusumpal mulutnya dengan tanganku. Joe dan Sandra mulai beraksi, Joe menjilati seluruh leher Sandra, dan Sandra sibuk mengelus k0ntol Joe. Mereka melakukan itu tepat didepan Bu Anis, membuat Bu Anis terpaksa menyaksikannya sambil terus kuremas payudaranya. Kusenderkan tubuhku dimeja, kujepit paha Bu Anis dengan kedua kakiku.

Joe membisikan Sandra sesuatu, setelah itu Sandra langsung maju kearahku, bertumpu pada meja dibelakangku Sandra segera mengambil posisi menungging. Meki Sandra yang basah tepat berada diatas wajah Bu Anis, aku segera menurunkan tanganku dari mulut Bu Anis kelehernya dan segera mendongakkan wajah Bu Anis, memaksanya tuk melihat meki Sandra, sambil kubisikan “berani teriak, aku cekek ibu sampai mati” ancamku…

Bu Anis pun menurut, dia terdiam dan menutup matanya. Kembali aku membisikan ditelinganya “kalau loe merem, gue cekek juga, loe harus liat” sambil kupererat cengkraman tanganku.

“ii..iyy..aa..” ucap Bu Anis terbata..

Joe segera maju dan langsung menancapkan k0ntolnya kedalam meki Sandra disaksikan oleh aku dan Bu Anis yang gemetaran. Sementara Joe dan Sandra sedang asik menikmati moment mereka, aq mulai berani membuka kancing baju seragam guru biru khas sekolahku. Satu demi satu, kancing ketiga terbuka, terlihat bra Bu Anis yang ternyata juga hitam dengan renda – renda. Astaga, payudara Bu Anis tak kalah seksinya dengan payudara Sandra yang berayun – ayun diatasku. Segera kuselipkan tanganku diantara bra dan payudara Bu Anis, begitu hanya dan empuk. Aku bisa merasakan detak jantung Bu Anis yang tdk beraturan karena takut.

Joe dan Sandra asik dengan moment mreka, suara desahan Sandra dan Joe. Serta suara becek dari meki Sandra yang membuat aku dan Bu Anis merinding. Tiba – tiba Sandra mendesah hebat..

“aaaahhh…aaayyyaaaannkkkkk.. ..eeennnggghhhh…” tanda Sandra orgams

Tubuh Sandra bergetar, disandarkan wajahnya keatas meja yang membuat payudaranya menyentuh kepalaku, dan dari meki Sandra keluar cairan bening. Cairan itu terus keluar dan akhirnya jatuh menetes dimuka Bu Anis. Bu Anis bergetar, ditutupnya matanya, tubuh Bu Anis gelisah. Lendir dari meki Sandra terus mengalir turun, melewati hidung lalu menuju kearah mulut Bu Anis, Bu Anis menutup mulutnya rapat – rapat mencoba menahan lendir itu agar tdk masuk kemulutnya. Aku yang menyaksikan itu segera memperkuat cengkramanku dan berkata “buka mulut loe bu!!” ancam gue



Ceme Online Terbaik Se Asia - Dengan terpaksa dan takut, Bu Anis membuka mulutnya. Lendir itu pun masuk kedalam mulut Bu Anis. Terlihat expresi jijik diwajah Bu Anis, ingin segera dia menutup mulutnya, tapi lagi – lagi aku ancam dia dengan cekikanku. Melihat expresi itu, aku semakin tdk tahan, dengan brutal kutarik bra Bu Anis.

“kkkkkrrreeeekkkkkkkk….” terdengar suara kain yang robek.

Bra hitam Bu Anis putus karena taAnisnku,

“aaahhhhh…” jerit Bu Anis menahan sakit.

Dua buah kenikmatan terlihat, begitu matang dan siap disantap. Puting Bu Anis yang berwarna merah muda, begitu serasi dengan payudaranya yang mulus dan putih.

Joe yang sedang asik melahap meki Sandra pun tertawa melihat tingkahku, melihat payudara gurunya yang terpajang menantang membuat Joe semakin semangat, dipercepatnya gerakan k0ntolnya dimeki Sandra. Payudara Sandra terus menampar – nampar ubun – ubunku, membuat aku dalam posisi yang sangat menguntungkan. Desahan Sandra semakin terdengar merdu, membuat libidoku sampai pada titik tertingginya.

Kucubit dengan kasar pentil Bu Anis,

“eeeennggggg…” desah Bu Anis menahan sakit bercampur nikmat.

Segera kupilin – pilin pentilnya, membuat napas Bu Anis terengah – engah. Kutekan payudaranya dengan tanganku, membuat pentilnya terjepit diantara payudaranya dan tanganku. Segera kuputar – putar, tubuh Bu Anis bergetar hebat. Melihat expresi itu segera kulepas cengkramanku, Bu Anis mengambil napas lega. Tak lama setelah itu, kusambar bibir Bu Anis, kupaksa masuk lidahku, dan lidahku pun beradu dengan mantab didalam mulut Bu Anis yang lembab. Bu Anis mencoba menolak dengan mendorong lidahku keluar, tapi itu usaha sia – sia, malah membuat liurnya keluar dan membasahi leherku, membuatku semakin bersemangat.

Kami semakin menikmati kegiatan masing – masing, Sandra dengan Joe, dan Aku dengan guru eskulku, Bu Anis. Terus dan terus aku habisi Bu Anis, membuat Bu Anis tak mungkin dapat meresistnya, tanganya yang tadi tergeltak kakupun tiba – tiba langsung memegang pundakku dengan takut. Tiba – tiba…

“eeehhh…gueww mooo kellluuarr…aaggghhh…” Joe bersuara
“Joe..Joe..sini Joe sini!!” ungkap aku semangat sambil melepas ciumanku dari mulut Bu Anis dan menyodorkan wajahnya kearah k0ntol Joe.

Dan langsung dengan semangat Joe memuncratkan seluruh spermanya kearah muka Bu Anis, Bu Anis kaget dengan semua itu, matanya tepejam takut, dan mulutnya terkunci rapat. Melihat itu, tanganku usil menarik pentilnya, membuat mulut Bu Anis mengaduh “aaawwww…” dan mulutnya terbuka membuat sperma Joe masuk dalam mulutnya.

Joe menarik Sandra, membatunya tidur dilantai. Aku menarik Bu Anis, memaksanya tertidur dilantai juga. Sambil kuremas payudaranya, kubuka satu persatu kancing bajunya, kini Bu Anis topless. Sandra terbujur puas dilantai dengan setengah telanjang dan mekinya yang basah. Joe berjalan menuju saklar lampu, dinyalakannya lampu kelas karena memang matahari sudah full terbenam. Aku sibuk menelanjangi Bu Anis yang sudah lemas pasrah tak berani membuka matanya.

Aku bangun, melepas seluruh pakaianku, Joe datang menghampiriku dan melepas bajunya. Kami berdiri bugil menghadap Bu Anis yang juga bugil dibawah kami, kuelus paha Bu Anis dengan kakiku sambil aku berkata “Bu..Buka mata loe…”

Dengan perlahan Bu Anis membuka matanya, dia melotot melihat k0ntol aku dan Joe.

“masi kuat Joe??” tanyaku
“dikit..bisalah ngebantai bu guru” tawa Joe
“yuk ah, abisin Joe!!” semangatku
“btw, nama loe sapa…” tanya Joe
“call me Erik..” sambing memasang wajah licik

Joe langsung berjongkok melahap bibir Bu Anis. Sedangkan aku segera membuka selangkangan Bu Anis. Terlihat jelas mekinya yang tertutup jembut yang tercukur begitu rapih, membuatku semakin tdk sabar untuk menikmatinya. Tdk perlu pemanasan lagi karena aku sudah kepanasan dengan aksi – aksi kami tadi. Segera kutancapkan k0ntolku dimeki Bu Anis yang basah dan ternyata sudah tdk perawan lagi. Sialan ni guru, ternyata perek juga. Bu Anis mencoba mendesah tapi tdk bisa karena mulutnya sedang dilahap oleh Joe.

Tubuh Bu Anis bergetar hebat mencoba melawan nafsu bejatku dan Joe. Meki Bu Anis masih terasa nikmat meskipun sudah tdk perawan lagi, dinding mekinya masih terasa menjepit k0ntolku. Joe bosan dengan aktifitasnya, segeras dia berlutut lalu ditampar – tamparkan k0ntolnya dimulut Bu Anis. Bu Anis munafik menolak k0ntol itu, pada akhirnya dia membuka mulutnya dan melahapnya. Dengan k0ntolku yang menancap di mekinya dan k0ntol Joe yang memenuhi mulutnya, aku jamin Bu Anis ga akan berani untuk menolak lagi.

Eeerrgghhhh, kurasakan k0ntolku makin mengeras, ya sebentar lagi aku orgams. Kutekan semakin dalam k0ntolku kemeki Bu Anis. Dan…

“eeeennnggggghhhhhhhh……… ” kulepaskan miliyaran spermaku kedalam meki Anis

Bu Anis mengeliat lalu tubuhnya bergetar, ternyata dia juga orgams. Joe melepas k0ntolnya dari mulut Bu Anis, begitu juga aku yang mencabut k0ntolku dari mekinya.

“Joe..pernah anal nggak??” tanya gue
“wah wah, belom sih, tapi boleh tuh!!” sambil menuju kearahku
“hah?? jgn please, ibu minta jgn….” kaget Bu Anis ketakutan
“loe nggak berhak ngelarang….” kasar jawabku

Aku tidur terlentang, Joe tanpa aku suruh langsung membantu Bu Anis bangun, meletakan tubuh Bu Anis diatas tubuhku, tanganku bergerak membantu k0ntolku masuk kedalam meki Bu Anis yang becek. Dan eeeemmmmm…..oooohhhh…k0ntol ku kembali masuk menembus meki Bu Anis. Sementara Joe mengambil posisi, bersiap – siap menancapkan k0ntolnya di dubur Bu Anis. Joe membuka pantat Bu Anis, Bu Anis coba melawan tapi dalam pengaruh k0ntolku, dia tdk dapat banyak bergerak.

“Bu…jangan lupain kami….kasih kami nilai 10 ya!! wahahahaha” canda Joe

Dannnn….

“aaaaaaaahhhhhhhh….aaaaaahhh hhh….eeeennnnnngggmmmm…..” suara Bu Anis saat k0ntol Joe masuk menembus duburnya yang perawan.

Aku dan Joe membantai habis Bu Anis, membuat Bu Anis benar – benar merasakan surga dunia. Tiba – tiba Sandra ada diatas kepalaku, tanpa basa – basi dilahapnya bibir Bu Anis. Astaga!! Ini apa namanya??? Threesome?? Jelas BUKAN!!! INI QUADSOME!!!

Bu Anis tdk dapat lagi bergerak, seluruh spot sensitive-nya sudah dilahap habis oleh kami bertiga. Hanya ada desahan – desahan kecil dan hembusan napas Bu Anis yang semakin memburu. Tiba – tiba Sandra bangkit, disodorkan mekinya yang telah basah kearah mulut Bu Anis, Bu Anis berusaha menolak dan jijik. Tapi dalam kondisinya sekarang, dia tdk akan sanggup menahan itu, dengan malu – malu Bu Anis menjilati meki Sandra dengan perlahan, “eeeemmmm….” desah Sandra sambil memainkan payudaranya sendiri dengan kedua tanganya.

Joe memajukan tubuhnya, membuat k0ntolnya yang tertancap dipantan Bu Anis makin dalam. Sandra pun melakukan hal yang sama, Joe dan Sandra pun saling melahap bibir diatas tubuh Bu Anis yang bugil. Kami semua serasa menjadi satu, k0ntolku dimeki Bu Anis, k0ntol Joe dipantat Bu Anis, meki Sandra yang sedang dijilati Bu Anis, dan ciuman mesra Sandra dengan Joe.

Aku merasa ini seperti mimpi, bisa menancapkan k0ntolku yang lapar kedalam meki guruku sendiri dan melihat meki kakak kelasku yang cantik diatas kepalaku. Tanganku pun bergerak, aku remas kedua payudara Bu Anis yang mulai mengeras dan pentilnya yang semakin mancung. Bu Anis mendesah makin hebat sambil terus dia jilatin meki Sandra dengan mantab. Tak lama setelah itu…

“aaaahhhh……aaaaaahhhhhhh.. .eeeemmmmmm….” Bu Anis segera melepas jilatannya dari meki Sandra, ya Bu Anis ORGAMS!!!

Kurasakan k0ntolku tertekan makin kuat didalam meki Bu Anis, tak lama setelah itu cairan hangat membasahi k0ntolku, membuat seluruh tubuhku merinding. Dan sekarang giliranku, karena orgams Bu Anis, k0ntolku jadi terpancing. Seluruh urat ditubuhku serasa tertarik, darahku berkumpul diujung k0ntolku yang memerah, dan…..

“DAMMMNNN IIITTT!!! Aaaaarrrggghhhh…eeennnggggg. …” orgams-ku sambil kuremas kencang payudara Bu Anis yang membuat tubuhnya ikut bergetar hebat.

Aku tersenyum puas, kutumpahkan seluruh spermaku kedalam meki guru eskul computerku, dalam posisi Bu Anis yang diatasku membuat spermaku perlahan keluar dari meki Bu Anis bercampur dengan cairan kenikmatan Bu Anis lalu menetes jatuh ke lantai kelas. Kupejamkan mataku, mencoba menikmati moment yang begitu indah itu. Tiba – tiba lagi aku mencium bau yang begitu menggoda, kubuka mataku dan….

Sandra yang mulai lelah dengan posisinya, menindih wajahku dengan mekinya yang sudah basah dengan cairan kenikmatannya dan liur Bu Anis. Meki Sandra tepat menghantam mulutku, membuatku dapat merasakan sensasi dari meki Sandra dan aroma meki Sandra yang begitu wangi. Tanpa diperintah, lidahku otomatis bergerak, menjilat seluruh meki Sandra. Perlahan kujilati dinding luar mekinya, dan mulai masuk kedalamnya, sambil aku mampir ke klitorisnya yang hangat dan menjilatinya dengan nikmat.



Situs Judi Online 100% Aman Terpercaya - Kurasakan tubuh Sandra bergetar, Joe yang melihatku menjilati meki kekasihnya tampak tdk peduli, dia masih asik berciuman dengan Sandra sambil terus memutar – mutar k0ntolnya di meki Bu Anis. Bu Anis yang melihatku menjilati meki Sandra tdk mau ketinggalan, dia juga segera menjilati meki Sandra, sesekali lidahnya bersentuhan dengan lidahku, membuat sensasi yang begitu luar biasa. K0ntolku terdiam menancap didalam meki Bu Anis, tapi dengan goyang k0ntol Joe dipantat Bu Anis, itu membuat k0ntolku berayun didalam meki Bu Anis yang nikmat.

Beberapa menit kami terus menikmati posisi ini lalu…

“aaaahhhhhh….joeee…kkkeee lllluuuuaarrrrr….” desah Sandra
“aakkuu juuggaa..eerrrggghhhh…” balas Joe

Dan hebatnya, aku pun merasakan sensasi orgams lagi

“aaarrgghh…annjjrriiittt…e eennngggg…” desahku bersiap memuncratkan spermaku
“uuuufff…aaahhh…aaahhhh… .” diikuti Bu Anis dengan muka kecutnya

AAAAAAAAAAHHHHHHHHH… kami berempat serentak berteriak bersama, tak dapat lagi menahan orgams kami. Tubuh kami berempat bergetar hebat!!!

Kurasakan cairan kenikmatan Sandra mengalir kemulutku, jepitan meki Bu Anis yang semakin menjadi dan spermaku yang kembali menyembur menembus meki Bu Anis. Sedangkan Joe, memuntahkan seluruh spermanya kedalam dubur Bu Anis.
Baca Juga Cerita Lainnya!



bercinta dengan pembantuku

Situs Judi Online aman dan terpercaya - Sebut saja namaku Fredi, umurku saat ini 36 tahun, aku sudah mempunyai istri dan seorang
Silvik. Kehidupanku juga sudah sangat mapan dengan jabatanku sebagai manager sebuah
perusahaan besar. aku mempunyai kebiasaan yang lain daripada yang lain dengan sering kali
mengajak tukar pasangan kepada teman-temanku. 

Dan sering juga aku diajak tukar pasangan
dengan teman-temanku. Namun yang aku tukarkan bukan istriku tapi gadis-gadis ABG yang aku
kencani. Teman yang paling sering mengajaku untuk bertukar pasangan adalah Juna, jadi kita
sudah tau selera kita masing-masing.



Malam itu setelah aku mengencani seorang gadis ABG muda, aku membawanya kesebuah hotel dan
terus menikmati tubuhnya yang sangat bergairah. ABG ini namanya Nita, umurnya masih 23
tahun, wajahnya sangat cantik, kulitnya putih bersih, memeknya masih ditumbuhi bulu-bulu
halus, klitoris yang merah merona, membuat persetubuhanku malam itu sangat memuaskanku
hingga aku tertidur lelap karena 10 rondeku bersama dengan Nita.
Pagi harinya setelah aku terbangun aku mendapatkan penawaran dari Juna, dia mengajakku
untuk bertukar pasangan dengannya karena Juna tau kalau semalam aku habis meniduri seorang
ABG.

Tanpa memakai lama, aku langsung menyetujui ajakan Juna untuk bertukar pasangan
dengan syarat wanita yang dibawa Juna harus menarik dan bergairah, lalu aku meminta Juna
untuk mengirimkan foto wanita yang akan ditukarkan. Tak berapa lama Juna mengirimkan
sebuah foto wanita yang sangat menarik sekali. Kulitanya putih, bibirnya tipis, wajahnya
imut, dan yang pasti bentuk tubunya sangat menarik perhatianku. Tanpa lama aku lansgung
menelpon Juna dan langsung menyuruh Juna kehotel tempatku semalam meniduri Nita.

Pagi harinya setelah aku terbangun aku mendapatkan penawaran dari Juna, dia mengajakku
untuk bertukar pasangan dengannya karena Juna tau kalau semalam aku habis meniduri seorang
ABG. Tanpa memakai lama, aku langsung menyetujui ajakan Juna untuk bertukar pasangan
dengan syarat wanita yang dibawa Juna harus menarik dan bergairah, lalu aku meminta Juna
untuk mengirimkan foto wanita yang akan ditukarkan. Tak berapa lama Juna mengirimkan
sebuah foto wanita yang sangat menarik sekali. Kulitanya putih, bibirnya tipis, wajahnya
imut, dan yang pasti bentuk tubunya sangat menarik perhatianku. Tanpa lama aku lansgung
menelpon Juna dan langsung menyuruh Juna kehotel tempatku semalam meniduri Nita.

Bandar Q Online Terbaik - Sambil menunggu Juna datang, aku melihat Nita udah bangun. “Ada apa om, mau maen lagi
gak”, katanya sambil tersenyum. “Belum puas semalem ya Nit. Temen om tadi nelpon ngajakin
om tuker pasangan. Nita mau gak maen ama temennya om. Dia juga ahli kok nggarap cewek abg
kaya Nita”, jawabku. “Kalo nikmat ya Nita sih mau aja”, Nita bangun dari tempat tidur dan
masuk kamar mandi.

Aku menyusulnya. Sebenarnya aku napsu lagi ngeliat Nita yang masih telanjang bulat, tetapi
karena Silvi mau dateng ya aku tahan aja napsuku. Kita mandi sama sambil saling menyabuni
sehingga Penisku ngaceng lagi. “Om, kontolnya ngaceng lagi tuh, maen lagi yuk”, ajak Nita
sambil ngocok kontolku. “Kan Nita mau maen ama temennya om, nanti aja maennya.
Temen om ama ceweknya lagi menuju kemari”, jawabku. Sehabis mandi, kita sarapan dulu. Nita
tetep aja bertelanjang bulat sementara aku cuma pake celSilvi pendek saja. Selesai makan
aku menarik Nita saung dipinggir kolam renang yang ada dibelakang rumahku.

Nita kupeluk
dan kuciumi sementara tanganku sibuk meremes2 toket montoknya. Nitapun gak mau kalah,
kontolku digosok2nya dari luar celSilvi ku.Cerita Sex Terbaru
Sedang asik, Juna dan Silvi datang. Juna sudah biasa kalo masuk rumahku langsung nyelonong
aja kedalem, karena kami punya kunci rumah masing2. Silvi ternyata cantik juga, seperti
bintang sinetron berdarah arab yang aku lupa namanya. Silvi make pakean ketat, sehingga
toketnya yang besar tampak sangat menonjol.

Situs Judi Ceme Online Terpercaya - Pantatnya yang besar juga tampak sangat
menggairahkan. Silvi terkejut melihat Nita yang bertelanjang bulat. Kuperkenalkan Nita
pada Juna, Juna langsung menggandeng Nita masuk ke rumah.
“An, Juna bilang dia nikmat banget ngentot sama kamu, Memek kamu bisa ngempot ya, aku jadi
kepingin ngerasain diempot juga”, kataku sambil mencium pipinya. “An, kamu napsuin banget,
tetek besar dan pantat juga besar”.

“Nita kan juga napsuin pak”, jawabnya sambil duduk
disebelahku di dipan. “Jangan panggil pak dong, panggil om. Kan saya belum tua”, kataku
sambil memeluknya. Kucium pipinya sambil jemariku membelai-belai bagian belakang
telinganya.

Matanya terpejam seolah menikmati usapan tanganku. Kupandangi wajahnya yang manis,
hidungnya yang mancung lalu bibirnya. Tak tahan berlama-lama menunggu akhirnya aku mencium
bibirnya. Kulumat mesra lalu kujulurkan lidahku. Mulutnya terbuka perlahan menerima
lidahku. 

Lama aku mempermainkan lidahku di dalam mulutnya. Lidahnya begitu agresif
menanggapi permainan lidahku, sampai-sampai nafas kami berdua menjadi tidak beraturan.
Sesaat ciuman kami terhenti untuk menarik nafas, lalu kami mulai berpagutan lagi dan lagi.

Kubelai pangkal lengannya yang terbuka. Kubuka telapak tanganku sehingga jempolku bisa
menggapai permukaan dadanya sambil membelai pangkal lengannya. Bibirku kini turun menyapu
lehernya seiring telapak tanganku meraup toketnya. Silvi menggeliat bagai cacing
kepSilvisan terkena terik mentari.

Agen Bola Sbobet - Suara rintihan berulang kali keluar dari mulutnya di saat lidahku menjulur menikmati
lehernya yang jenjang. “Om….” Silvi memegang tanganku yang sedang meremas toketnya dengan
penuh napsu. Bukan untuk mencegah, karena dia membiarkan tanganku mengelus dan meremas
toketnya yang montok.

”Sil, aku ingin melihat toketmu”, ujarku sambil mengusap bagian
puncak toketnya yang menonjol. Dia menatapku. Silvi akhirnya membuka tank top ketatnya di
depanku. Aku terkagum-kagum menatap toketnya yang tertutup oleh Bra berwarna merah.

Toketnya begitu membusung, menantang, dan naik turun seiring dengan desah nafasnya yang
memburu. Sambil berbaring Silvi membuka pengait Branya di punggungnya. Punggungnya
melengkung indah.

Aku menahan tangan Silvi ketika dia mencoba untuk menurunkan tali Bra
nya dari atas pundaknya. Justru dengan keadaan Bra nya yang longgar karena tanpa pengait
seperti itu membuat toketnya semakin menantang. “toketmu bagus, Sil”, aku mencoba
mengungkapkan keindahan pada tubuhnya.

Perlahan aku menarik turun cup Branya. Mata Silvi terpejam. Perhatianku terfokus ke
pentilnya yang berwarna kecoklatan. Lingkarannya tidak begitu besar sedang ujungnya begitu
runcing dan kaku. Kuusap pentilnya lalu kupilin dengan jemariku. Silvi mendesah. Mulutku
turun ingin mencicipi toketnya. “Egkhh..” rintih Silvi ketika mulutku melumat pentilnya.

Live Casino Terbaik Se Asia - Kupermainkan dengan lidah dan gigiku. Sekali-sekali kugigit pentilnya lalu kuisap kuat-
kuat sehingga membuat Silvi menarik rambutku. Puas menikmati toket yang sebelah kiri, aku
mencium toket Silvi yang satunya yang belum sempat kunikmati. Rintihan-rintihan dan
desahan kenikmatan keluar dari mulut Silvi. Sambil menciumi toket Silvi, tanganku turun
membelai perutnya yang datar, berhenti sejenak di pusarnya lalu perlahan turun mengitari
lembah di bawah perut Silvi.

Kubelai pahanya sebelah dalam terlebih dahulu sebelum aku memutuskan untuk meraba
Vaginanya yang masih tertutup oleh celana jeans ketat yang dikenakan Silvi. Aku secara
tiba-tiba menghentikan kegiatanku lalu berdiri di samping dipan. Silvi tertegun sejenak
memandangku, lalu matanya terpejam kembali ketika aku membuka jeans warna hitamnya. Aku
masih berdiri sambil memandang tubuh Silvi yang tergolek di dipan, menantang. Kulitnya
yang tidak terlalu putih membuat mataku tak jemu memandang. Perutnya begitu datar.

Celana jeans ketat yang dipakainya telihat terlalu longgar pada pinggangnya namun pada
bagian pinggulnya begitu pas untuk menunjukkan lekukan pantatnya yang sempurna. Puas
memandang tubuh Silvi, aku lalu membaringkan tubuhku disampingnya. Kurapikan untaian
rambut yang menutupi beberapa bagian pada permukaan wajah dan leher Silvi. Kubelai lagi
toketnya. Kucium bibirnya sambil kumasukkan air liurku ke dalam mulutnya. Silvi
menelannya.

Tanganku turun ke bagian perut lalu menerobos masuk melalui pinggang celana jeans Silvi
yang memang agak longgar. Jemariku bergerak lincah mengusap dan membelai selangkangan
Silvi yang masih tertutup celSilvi dalamnya. jari tengah tanganku membelai permukaan
celSilvi dalamnya tepat diatas Vaginanya, basah. Aku terus mempermainkan jari tengahku
untuk menggelitik bagian yang paling pribadi tubuh Silvi. Pinggul Silvi perlahan bergerak
ke kiri, ke kanan dan sesekali bergoyang untuk menetralisir ketegangan yang dialaminya.

Bandar Poker Terpercaya - aku menyuruh Silvi untuk membuka celana jeans yang dipakainya. Tangan kanan Silvi berhenti
pada permukaan kancing celananya. Silvi lalu membuka kancing dan menurunkan reitsliting
celana jeansnya. Celana dalam hitam yang dikenakannya begitu mini sehingga jembut keriting
yang tumbuh di sekitar Vaginanya hampir sebagian keluar dari pinggir celana dalamnya.

Aku
membantu menarik turun celana jeans Silvi. Pinggulnya agak Nitaikkan ketika aku agak
kesusahan menarik celana jeans Silvi. Akupun melepas celana pendekku. Posisi kami kini
sama-sama tinggal mengenakan celana dalam.

Tubuhnya semakin seksi saja. Pahanya begitu mulus. Memang harus kuakui tubuhnya begitu
menarik dan memikat, penuh dengan sex appeal. Kami berpelukan. Kutarik tangan kirinya
untuk menyentuh Penisku dari luar celana dalamku. “Oh..” Silvi menyentuh Penisku yang
tegang. “Kenapa, Sil?” tanyaku. Silvi tidak menjawab, malah melorotkan celana dalamku.
Langsung Penisku yang panjangnya kira-kira 19cm serta agak gemuk dibelai dan digenggamnya.

Belaiannya begitu mantap menandakan Silvi juga begitu piawai dalam urusan yang satu ini.
“Tangan kamu pintar juga ya, Sil,”´ ujarku sambil memandang tangannya yang mengocok
Penisku. “Ya, mesti dong!” jawabnya sambil cekikikan. “Om sama Nita semalem maen berapa
kali?” tanyanya sambil terus mengurut-urut Penisku. “Kamu sendiri semalem maen berapa kali
sama Juna?” aku malah balik berrtanya. Mendapat pertanyaan seperti itu entah kenapa
nafsuku tiba-tiba semakin liar.

Capsa Susun Online - Silvi akhirnya bercerita kalau Juna napsu sekali tadi malem menggeluti dia. Mau berapa
kali Juna meminta, Silvi pasti melayaninya. Mendengar perjelasan begitu jari-jariku masuk
dari samping celana dalam langsung menyentuh bukit Vagina Silvi yang sudah basah.
Telunjukku membelai-belai i tilnya sehingga Silvi keenakan. “Kamu biasa ngisep kan, An?”
tanyaku. Silvi tertawa sambil mencubit Penisku. Aku meringis.

“Kalo punya om mana bisa?” ujarnya. “Kenapa memangnya?” tanyaku penasaran. “Nggak muat di
mulutku,” selesai berkata demikian Silvi langsung tertawa kecil. “Kalau yang dibawah,
gimana?” tanyaku lagi sambil menusukkan jari tengahku ke dalam Vaginanya. Silvi merintih
sambil memegang tanganku.

Jariku sudah tenggelam ke dalam liang Vaginanya. Aku merasakan
Vaginanya berdenyut menjepit jariku. Ugh, pasti nikmat sekali kalau Penisku yang diurut,
pikirku. Segera celana dalamnya kulepaskan.

Perlahan tanganku menangkap toketnya dan meremasnya kuat. Silvi meringis. Diusapnya lembut
Penisku keras banget. Tangannya begitu kreatif mengocok Penisku sehingga aku merasa
keenakan. Aku tidak hanya tinggal diam, tanganku membelai-belai toketnya yang montok.

Kupermainkan pentilnya dengan jemariku, sementara tanganku yang satunya mulai meraba
jembut lebat di sekitar Vagina Silvi. kuraba permukaan Vagina Silvi.

Jari tengahku mempermainkan itilnya yang sudah mengeras. Penisku kini sudah siap tempur
dalam genggaman tangan Silvi, sementara Vagina Silvi juga sudah mulai mengeluarkan cairan
kental yang kurasakan dari jemari tanganku yang mengobok-obok Vaginanya. Kupeluk tubuh
Silvi sehingga Penisku menyentuh pusarnya. Tanganku membelai punggung lalu turun meraba
pantatnya yang montok. Silvi membalas pelukanku dengan melingkarkan tangannya di pundakku.

Sakong Online Terpopuler - Kedua telapak tanganku meraih pantat Silvi, kuremas dengan sedikit agak kasar lalu aku
menaiki tubuhnya. Kaki Silvi dengan sendirinya mengangkang. Kuciumi lagi lehernya yang
jenjang lalu turun melumat toketnya. Telapak tanganku terus membelai dan meremas setiap
lekuk dan tonjolan pada tubuh Silvi. Aku melebarkan kedua pahanya sambil mengarahkan
Penisku ke bibir Vaginanya. Silvi mengerang lirih. Matanya perlahan terpejam.

Giginya menggigit bibir bawahnya untuk menahan laju birahinya yang semakin kuat. Silvi
menatap aku, matanya penuh nafsu seakan memohon kepadaku untuk memasuki Vaginanya.”Aku
ingin mengentotmu, Sil” bisikku pelan, sementara kepala Penisku masih menempel di belahan
Vagina Silvi. Kata ini ternyata membuat wajah Silvi memerah. Silvi menatapku sendu lalu
mengangguk pelan sebelum memejamkan matanya. aku berkonsentrasi penuh dengan menuntun
Penisku yang perlahan menyusup ke dalam Vagina Silvi.

Terasa seret, memang, nikmat banget rasanya. Perlahan namun pasti Penisku membelah
Vaginanya yang ternyata begitu kencang menjepit Penisku. Vaginanya begitu licin hingga
agak memudahkan Penisku untuk menyusup lebih ke dalam. Silvi memeluk erat tubuhku sambil
membenamkan kuku-kukunya di punggungku hingga aku agak kesakitan.

Namun aku tak peduli. “Om, gede banget, ohh..” Silvi menjerit lirih. Tangannya turun
menangkap Penisku. “Pelan om”. Soalnya aku tahu pasti ukuran Penis Juna tidaklah sebesar
yang kumiliki. Akhirnya Penisku terbenam juga di dalam Vagina Silvi. Aku berhenti sejenak
untuk menikmati denyutan-denyutan yang timbul akibat kontraksi otot-otot dinding Vagina
Silvi.

Denyutan itu begitu kuat sampai-sampai aku memejamkan mata untuk merasakan kenikmatan yang
begitu sempurna. Kulumat bibir Silvi sambil perlahan-lahan menarik Penisku untuk
selanjutnya kubenamkan lagi. Aku menyuruh Silvi membuka kelopak matanya. Silvi menurut.
Aku sangat senang melihat matanya yang semakin sayu menikmati Penisku yang keluar masuk
dari dalam Vaginanya. “Aku suka Vaginamu, Sil.. Vaginamu masih rapet” ujarku sambil
merintih keenakan.

Adu Q Terbaik - Sungguh, Vagina Silvi enak sekali. “Kamu enak kan, Sil?” tanyaku lalu dijawab Silvi dengan
anggukan kecil. Aku menyuruh Silvi untuk menggoyangkan pinggulnya. Silvi langsung
mengimbangi gerakanku yang naik turun dengan goyangan memutar pada pinggangnya. “Suka
Penisku, Sil?” tanyaku lagi.

Silvi hanya tersenyum. Penisku seperti diremas-remas ditambah
jepitan Vaginanya. “Ohh.. hh..” aku menjerit panjang. Rasanya begitu nikmat. Aku mencoba
mengangkat dadaku, membuat jarak dengan dadanya dengan bertumpu pada kedua tanganku.
Dengan demikian aku semakin bebas dan leluasa untuk mengeluar-masukkan Penisku ke dalam
Vagina Silvi.

Kuperhatikan Penisku yang keluar masuk dari dalam Vaginanya. Dengan posisi seperti ini aku
merasa begitu jantan. Silvi semakin melebarkan kedua pahanya sementara tangannya melingkar
erat di pinggangku. Gerakan naik turunku semakin cepat mengimbangi goyangan pinggul Silvi
yang semakin tidak terkendali. “Sil.. enak banget, kamu pintar deh.” ucapku keenakan.

“Silvi juga, om”, jawabnya. Silvi merintih dan mengeluarkan erangan-erangan kenikmatan.
Berulang kali mulutnya mengeluarkan kata, “aduh” yang diucapkan terputus-putus.

Aku merasakan Vagina Silvi semakin berdenyut sebagai pertanda Silvi akan mencapai puncak
pendakiannya. Aku juga merasakan hal yang sama dengannya, namun aku mencoba bertahan
dengan menarik nafas dalam-dalam lalu bernafas pelan-pelan untuk menurunkan daya
rangsangan yang kualami. Aku tidak ingin segera menyudahi permainan ini hanya dengan satu
posisi saja. Aku mempercepat goyanganku ketika kusadari Silvi hampir nyampe. Kuremas
toketnya kuat seraya mulutku menghisap dan menggigit pentilnya.

Situs Judi Online Terlengkap - Kuhisap dalam-dalam. “Ohh.. hh.. om..” jerit Silvi panjang. Aku membenamkan Penisku kuat-
kuat ke Vaginanya sampai mentok agar Silvi mendapatkan kenikmatan yang sempurna. Tubuhnya
melengkung indah dan untuk beberapa saat lamanya tubuhnya kejang. Kepalaku ditarik kuat
terbenam diantara toketnya. Pada saat tubuhnya menyentak-nyentak aku tak sanggup untuk
bertahan lebih lama lagi. “Siiiilll, aakuu.. keluaarr, Ohh.. hh..” jeritku.

Silvi yang masih merasakan orgasmenya mengunci pinggangku dengan kakinya yang melingkar di
pinggangku. Saat itu juga aku memuntahkan peju hangat dari Penisku. Kurasakan tubuhku
bagai melayang. Secara spontan Silvi juga menarik pantatku kuat ke tubuhnya. Mulutku yang
berada di belahan dada Silvi kuhisap kuat hingga meninggalkan bekas merah pada kulitnya.

Telapak tanganku mencengkram toket Silvi. Kuraup semuanya sampai-sampai Silvi kesakitan.
Aku tak peduli lagi. Pejuku akhirnya muncrat membasahi Vaginanya. Aku merasakan nikmat
yang tiada duanya ditambah dengan goyangan pinggul Silvi pada saat aku mengalami orgasme.
Tubuhku akhirnya lunglai tak berdaya di atas tubuh Silvi. Penisku masih berada di dalam
Vagina Silvi.

Silvi mengusap-usap permukaan punggungku. “Silvi puas sekali dien tot om,”
katanya. Aku kemudian mencabut Penisku dari Vaginanya. Dari dalam Juna keluar sudah
berpakaian lengkap. “Pulang yuk An, sudah sore”, ajaknya.

Aku masuk kembali ke kamar. Nita ada di kamar mandi dan terdengar shower nyala. Aku bisa
mendengarnya karena pintu kamar mandi tidak ditutup. Tak lama kemudian, shower terdengar
berhenti dan Nita keluar hanya bercelSilvi pendek. Ganti aku yg masuk ke kamar mandi, aku
hanya membersihkan tubuhku. Keluar dari kamar mandi, Nita berbaring diranjang telanjang
bulat. “Kenapa Nit, lemes ya dientot Juna”, kataku. “Lebih enak ngentot sama om, Penis om
lebih besar soalnya”, jawab Nita tersenyum. “Malem ini kita men lagi ya om”.

Hebat banget Nita, gak ada matinya. Pengennya dien tot terus. “Ok aja, tapi sekarang kita
cari makan dulu ya, biar ada tenaga bertempur lagi nanti malem”, kataku sambil berpakaian.
Nita pun mengenakan pakaiannya dan kita pergi mencari makan malem. Kembali ke rumah sudah
hampir tengah malem, tadi kita selain makan santai2 di pub dulu.

Domino QQ Online - Di kamar kita langsung melepas pakaian masing-masing dan bergumul diranjang. Tangan Nita
bergerak menggenggam Penisku. Aku melenguh seraya menyebut namanya. Aku meringis menahan
remasan lembut tangannya pada Penisku. Nita mulai bergerak turun naik menyusuri Penisku
yang sudah teramat keras. Sekali-sekali ujung telunjuknya mengusap kepala Penisku yang
sudah licin oleh cairan yang meleleh dari liangnya.
Kembali aku melenguh merasakan ngilu akibat usapannya. Kocokannya semakin cepat.

Dengan
lembut aku mulai meremas-remas toketnya. Tangan Nita menggenggam Penisku dengan erat.
Pentilnya kupilin2. Nita masukan Penisku kedalam mulutnya dan mengulumnya. Aku terus
menggerayang toketnya, dan mulai menciumi toketnya. Napsuku semakin berkobar.

Jilatan dan kuluman Nita pada Penisku semakin menggSilvis sampai-sampai aku terengah-engah
merasakan kelihaian permainan mulutnya. Aku membalikkan tubuhnya hingga berlawSilvin
dengan posisi tubuhku. Kepalaku berada di bawahnya sementara kepalanya berada di bawahku.
Kami sudah berada dalam posisi enam sembilan! Lidahku menyentuh Vaginanya dengan lembut.
Tubuhnya langsung bereaksi dan tanpa sadar Nita menjerit lirih.

Tubuhnya meliuk-liuk mengikuti irama permainan lidahku di Vaginanya. Kedua pahanya
mengempit kepalaku seolah ingin membenamkan wajahku ke dalam Vaginanya. Penisku kemudian
dikempit dengan toketnya dan digerakkan maju mundur, sebentar. Aku menciumi bibir
Vaginanya, mencoba membukanya dengan lidahku. Tanganku mengelus paha bagian dalam.

Nita mendesis dan tanpa sadar membuka kedua kakinya yang tadinya merapat. Aku menempatkan diri
di antara kedua kakinya yang terbuka lebar. Penis kutempelkan pada bibir Vaginanya.
Kugesek-gesek, mulai dari atas sampai ke bawah. Naik turun. Nita merasa ngilu bercampur
geli dan nikmat. Vaginanya yang sudah banjir membuat gesekanku semakin lancar karena
licin.

Nita terengah-engah merasakannya. Aku sengaja melakukan itu. Apalagi saat kepala Penisku
menggesek-gesek i tilnya yang juga sudah menegang. “Om.?” panggilnya menghiba. “Apa Nit”,
jawabku sambil tersenyum melihatnya tersiksa. “Cepetan..” jawabnya. Aku sengaja mengulur-
ulur dengan hanya menggesek-gesekan Penis. Sementara Nita benar-benar sudah tak tahan lagi
mengekang birahinya. “Nita sudah pengen dien tot om”, katanya.

Nita melenguh merasakan desakan Penisku yang besar itu. Nita menunggu cukup lama gerakan
Penisku memasuki dirinya. Serasa tak sampai-sampai. Maklum aja, selain besar, Penisku juga
panjang. Nita sampai menahan nafas saat Penisku terasa mentok di dalam, seluruh Penisku
amblas di dalam. Aku mulai menggerakkan pinggulnya pelan2. Satu, dua dan tiga enjotan
mulai berjalan lancar. Semakin membanjirnya cairan dalam Vaginanya membuat Penisku keluar
masuk dengan lancarnya. Nita mengimbangi dengan gerakan pinggulnya.

Meliuk perlahan. Naik turun mengikuti irama enjotanku. Gerakan kami semakin lama semakin
meningkat cepat dan bertambah liar. Gerakanku sudah tidak beraturan karena yang penting
enjotanku mencapai bagian-bagian peka di Vaginanya. Nita bagaikan berada di surga
merasakan kenikmatan yang luar biasa ini. Penisku menjejali penuh seluruh Vaginanya, tak
ada sedikitpun ruang yang tersisa hingga gesekan Penisku sangat terasa di seluruh dinding
Vaginanya. Nita merintih, melenguh dan mengerang merasakan semua kenikmatan ini.

Nita mengakui keperkasaan dan kelihaianku di atas ranjang. Yang pasti Nita merasakan
kepuasan tak terhingga ngen tot denganku. Aku bergerak semakin cepat. Penisku bertubi-tubi
menusuk daerah-daerah sensitivenya. Nita meregang tak kuasa menahan napsuku, sementara aku
dengan gagahnya masih mengayunkan pinggulku naik turun, ke kiri dan ke kanan. Erangannya
semakin keras. Melihat reaksinya, aku mempercepat gerakanku. Penisku yang besar dan
panjang itu keluar masuk dengan cepatnya. Tubuhnya sudah basah bermandikan keringat.

Aku pun demikian. Nita meraih tubuhku untuk didekap. Direngkuhnya seluruh tubuhku sehingga
aku menindih tubuhnya dengan erat. Nita membenamkan wajahnya di samping bahuku. Pinggul
nya diangkat tinggi-tinggi sementara kedua tangannya menggapai pantatku dan menekannya
kuat-kuat.

Nita meregang. Tubuhnya mengejang-ngejang. “om..”, hanya itu yang bisa keluar
dari mulutnya saking dahsyatnya kenikmatan yang dialaminya nersamaku. Aku menciumi wajah
dan bibirnya. Nita mendorong tubuhku hingga terlentang. Dia langsung menindihku dan
menciumi wajah, bibir dan sekujur tubuhku. Kembali diemutnya Penisku yang masih tegak itu.

Lidahnya menjilati, mulutnya mengemut. Tangannya mengocok-ngocok Penisku. Belum sempat aku
mengucapkan sesuatu, Nita langsung berjongkok dengan kedua kaki bertumpu pada lutut dan
masing-masing berada di samping kiri dan kSilvin tubuhku. Vaginanya berada persis di atas
Penisku. “Akh!” pekiknya tertahan ketika Penisku dibimbingnya memasuki Vaginanya.

Tubuhnya turun perlahan-lahan, menelan seluruh Penisku. Selanjutnya Nita bergerak seperti
sedang menunggang kuda. Tubuhnya melonjak-lonjak. Pinggulnya bergerak turun naik.
“Ouugghh.. Nit.., luar biasa!” jeritku merasakan hebatnya permainannya. Pinggulnya
mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Tanganku mencengkeram kedua toketnya,
kuremas dan dipilin-pilin. Aku lalu bangkit setengah duduk. Wajah kubenamkan ke dadanya.

Menciumi pentilnya. Kuhisap kuat-kuat sambil kuremas-remas. Kami berdua saling berlomba
memberi kepuasan. Kami tidak lagi merasakan panasnya udara meski kamar menggunakan AC.
Tubuh kami bersimbah peluh, membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain. Nita berkutat
mengaduk-aduk pinggulnya. Aku menggoyangkan pantatku. Tusukan Penisku semakin cepat
seiring dengan liukan pinggulnya yang tak kalah cepatnya.

Permainan kami semakin meningkat dahsyat. Sprei ranjang sudah tak karuan bentuknya,
selimut dan bantal serta guling terlempar berserakan di lantai akibat pergulatan kami yang
bertambah liar dan tak terkendali. AKu merasa pejuku udah mau nyembur.

Aku semakin
bersemangat memacu pinggulku untuk bergoyang. Tak selang beberapa detik kemudian, Nita pun
merasakan desakan yang sama. Nita terus memacu sambil menjerit-jerit histeris. Aku mulai
mengejang, mengerang panjang.

Tubuhnya menghentak-hentak liar. Akhirnya, pejuhku nyemprot begitu kuat dan banyak
membanjiri Vaginanya. Nita pun rasanya tidak kuat lagi menahan desakan dalam dirinya.
Sambil mendesakan pinggulnya kuat-kuat, Nita berteriak panjang saat mencapai puncak
kenikmatan berbarengan denganku. Tubuh kami bergulingan di atas ranjang sambil berpelukan
erat.

“om, nikmaat!” jeritnya tak tertahankan. Nita lemes, demikian pula aku. Tenaga
terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 1 jam! akhirnya
kami tertidur kelelahan.
Baca Juga Cerita Lainnya!